Contoh Penulisan Proposal Usaha Yang Baik dan Benar

By | 10 Oktober 2019

Hal yang sering menjadi kendala saat akan menjalankan bisnis adalah modal. Salah satu cara untuk mendapatkan pinjaman modal  yaitu membuat proposal. Namun, tidak semua orang mengetahui contoh proposal usaha yang baik dan benar.

Bagi Anda yang akan memulai berwirausaha, ada baiknya memiliki perencanaan dan persiapan yang matang. Tidak jarang orang yang gulung tikar gara-gara salah mengambil langkah. Bahkan sebagian  dari mereka mempunyai jam terbang tinggi dan tentu banyak pengalaman.

Pengertian Proposal Usaha

Sebelum membahas tentang proposal usaha sebaiknya Anda mengetahui dulu, apa itu proposal?

Proposal adalah suatu rencana yang dituangkan dalam bentuk tulisan sebagai rancangan kegiatan. Di dalamnya dijelaskan secara sistematis dan terperinci terkait rancangan tersebut. Tujuannya adalah untuk mendapatkan dukungan, baik perijinan maupun dana.

Tujuannya adalah untuk menawarkan ide, gagasan dan rencana untuk mendapatkan dukungan. Dukungan yang diharapkan bermacam-macam, bisa berupa ijin, persetujuan maupun dana. Proposal umumnya dijadikan pedoman kerja atau acuan dalam melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan.

Sedangkan proposal usaha dapat diartikan pengajuan berupa tulisan yang berisi perencanaan atau pemaparan sebuah usaha. Mulai dari dana, jenis usaha yang dijalankan, perlengkapan, rencana penjualan hingga rencana keuntungan yang didapat dari usaha tersebut.

Komponen dalam proposal usaha

Sebelum membuat sebuah proposal, ada beberapa unsur yang wajib Anda pahami terlebih dahulu. Hal ini agar nantinya proposal yang dibuat dapat dipahami oleh investor tujuan.

Buatlah proposal yang jelas serta lugas agar orang tersebut yakin dan segera menyetujui. Komponen-komponen dalam proposal usaha meliputi.

1. Judul

Buatlah nama dari kegiatan atau rencana yang akan dilakukan sebagai gambaran umum tujuan proposal ini dibuat. Dengan adanya judul maka orang akan mudah mengenali produk yang ada di dalamnya. Berikan judul yang semenarik mungkin. Jadi, ketika orang baru baca judulnya saja, sudah tertarik.

Apabila judulnya saja kurang menarik biasanya orang malas membaca kalimat-kalimat berikutnya. Hal itu akan membuat peluang proposal untuk disetujui  menjadi sangat kecil.

2. Pendahuluan

Pendahuluan di sini berisi latar belakang masalah yang merupakan dasar diadakannya sebuah kegiatan. Oleh karena itu, pendahuluan berisi tentang gambaran inti permasalahan dan harus jelas berdasarkan isi dan tujuan dari proposal tersebut.

Latar belakang masalah juga harus menunjukan sangat pentingnya masalah dalam proposal untuk segera diselesaikan.

3. Perumusan Masalah

Perumusan masalah di sini merupakan ungkapan yang harus berkaitan dengan obyek kegiatan. Berisi tentang penjelasan kendala-kendala ketika melakukan kegiatan tersebut. Agar nanti orang yang diajak kerja sama mengerti semua permasalahan.

Sebagai contoh ketika Anda akan menjalankan bisnis ternak ayam. Masalah yang timbul biasanya adalah bau kotoran ayam busuk dan mengganggu masyarakat, harga pakan mahal, atau bahkan soal kekurangan dana.

Ketika Anda mau bisnis di bidang kuliner, membuat kripik singkong yang renyah misalnya. Kendala yang dihadapi adalah  minimnya bahan baku atau kekurangan alat. Dari sini permasalahan jelas dan investor segera mencarikan solusinya, apabila proposal disetujui.

4. Tujuan Kegiatan

Berisi ungkapan maksud dari diadakannya kegiatan tersebut. Tujuan harus dijelaskan dengan rinci, agar manfaat bisa dipahami oleh pembacanya.

Misalnya tujuan kegiatan tersebut untuk menambah lapangan pekerjaan baru, mengangkat perekonomian masyarakat, memberi ruang kepada anak muda berkreasi dan masih banyak lagi.

Ketika membaca proposal yang tujuanya jelas maka investor akan terketuk hatinya untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan.

5. Analisis Produk

Untuk menjalankan sebuah bisnis, tentu Anda harus mempunyai sebuah produk. Jelaskan produk-produk yang nantinya akan dihasilkan seperti nama, jenis, kuwalitas dan keunggulan serta karakteristiknya dengan yang lain.

Selain itu, Anda juga dapat menjelaskan bagaimana produk tersebut dibuat. Yakinkan kepada investor bahwa produk tersebut laku di pasaran. Dan bukan sekedar wacana di atas kertas semata.

6. Analisis Pasar

Hal yang tidak kalah penting adalah target pemasaran. Sebagai tambahan Anda bisa menyebutkan siapa target pemasaran produk tersebut. Masuk kemana produk Anda nantinya, masyarakat di daerah mana, dan dari kalangan mana saja.

Selain mengetahui target pemasaran, selanjutnya menentukan strategi apa yang Anda gunakan untuk memasarkan produk. Bagaimana promosi-promosi dibuat agar para konsumen tertarik untuk membeli.

7. Anggaran Dana

Bagian terpenting yang menjadi sorotan investor adalah laporan keuangan. Anda harus menuliskanya secara rinci dan jelas. Jelaskan bagaimana dana awal didapat serta kondisi keuangan saat ini. Buatlah perhitungan laba secara logis dan realistis mengenai keuangan.

Setelah semua unsur di atas selesai maka tinggal menentukan beberapa rasio bagi hasil yang akan ditetapkan. Semakin besar resiko yang ditanggung semakin besar pula pendapatan yang diberikan kepada investor.  Namun hal ini tidak selamanya bisa jadi patokan, Anda bisa merundingkannya kembali.

8. Penutup

Penutup berisi kata-kata terakhir untuk meyakinkan dan mengetuk hati investor agar lebih tertarik. Sertakan kalimat harapan dan panjatkan doa, jangan lupa berterima kasih atas kesediaan beliau membaca proposal.

Selain itu, Anda bisa melampirkan dokumentasi kegiatan, biodata, struktur organisasi, ataupun surat perjanjian apabila investor menyepakatinnya.

Kegunanaan Proposal Usaha

Dengan membuat proposal usaha akan memberikan banyak manfaat terhadap bisnis yang dijalankan. Keseluruhan proposal mendorong calon wirausahawan untuk  mempersiapkan stategi yang efektif menghadapi segala situasi.

Ada beberapa kegunaan yang diperoleh bagi wirausahawan dari penyusun proposal usaha, yaitu.

1. Untuk Membandingkan  Perkiraan dengan Hasil Nyata

Dalam kenyataan pastilah tidak sama persis terhadap tulisan yang dibuat. Namanya juga rencana kedepan yang terjadi tidak ada yang tahu. Paling tidak ada gambaran yang bisa dijadikan pedoman. Tujuan membuat proposal adalah agar keberhasilan bisnis yang dijalankan bisa mencapai 99%.

2. Membatu Wirausahawan untuk Berkembang

Dengan adanya proposal dapat menguji kemampuan wirausahawan dalam mengembangkan bisnis serta stategi yang digunakan dari sudut pihak lain. Melatih wirausahawan dalam mengelola bisnis dan mengatur keuangan.

3. Sebagai Alat Komunikasi

Proposal usaha sebagai media alat komunikasi bagi calon wirausahawan untuk memaparkan gagasanya kepada pihak lain secara menyeluruh. Memudahkan dalam menyampaikan terhadap apa yang sedang Anda lakukan.

4. Memberikan Sumber Finansial yang Jelas

Analisa financial yang masuk dalam proposal usaha dapat mendekati asumsi-asumsi secara cermat. Terutama mengenai tingkat keberhasialn usaha yang dijalankan. Di dalam sebuah proposal, Anda bisa memantau kondisi keuangan dan bagaimana sumber financial itu masuk maupun yang dikeluarkan.

5. Sebagai Pusat Informasi

Di dalam proposal semuanya sudah lengkap mengenai apa saja yang dilakukan, serta produk yang dihasilkan, bagaimana pemasarannya, kondisi pasar, kondisi keuangan dan lain sebagainya. Cukup mudah bagi orang melihat gambaran mengenai bisnis Anda.

6. Menjadi Pusat Acuan

Dengan mengacu pada proposal usaha, maka tingkat keberhasilan dalam berbisnis akan menjadi lebih besar. Apabila terjadi masalah ditengah menjalankan bisnis, maka proposal bisa menjadi evaluasi untuk ke depannya. Menentukan strategi apa yang akan menjadi trobosan terhadap masalah tersebut.

Bagi Anda yang benar-benar akan memulai berbisnis membuat proposal usaha yang baik dan benar bukanlah perkara sulit. Asalkan mau belajar dan tidak takut untuk mencoba. Mulai sekarang belajarlah mengenai hal ini, maka akan mendapatkan beberapa manfaat darinya.

Contoh Proposal Usaha Budidaya Ikan Lele

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Ikan merupakan salah satu sumber daya alam yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia terutama dalam sektor pangan. Kondisi ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membangun usaha pembudidayaan ikan sebagai potensi penggerak perekonomian nasional.

Pembudidayaan perikanan banyak dilakukan oleh masyarakat, umumnya mereka memilih mengembangbiakan jenis ikan tawar yaitu lele. Karena dapat dipelihara di lahan terbatas, modal yang tidak terlalu besar, proses pemasaran yang mudah dan tingginya tingkat permintaan pasar.

Pembudidayaan ikan merupakan usaha yang mudah dilakukan, namun perlu perhitungan yang matang jika ingin mengembangbiakan lele dalam skala yang besar. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Di antaranya harga dipasaran dan kemungkinan kendala yang dapat terjadi.

Pengusaha kecil seringkali terkendala kekurangan modal, untuk itu perlu adanya bantuan dana. Selain itu, juga dibutuhkan pelatihan keterampilan dari tenaga profesional untuk mengembangkan kemampuan membudidayakan lele mulai dari pembibitan, pembesaran, sampai kepemasaran.

2. Tujuan

Secara khusus tujuan dari pengajuan proposal usaha ini ada dua hal yaitu:

  1. Proposal ini menjadi bahan pertimbangan pengajuan bantuan dana, karena kekurangan modal menjadi faktor utama usaha tidak bisa berkembang.
  2. Proposal ini jadi bahan pertimbangan diadakannya pelatihan dari tenaga profesional untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas SDM agar dapat mengembangkan usaha pembudidayaan ikan.

BAB II

PROFIL USAHA

1. Jenis Usaha

Jenis usaha bergerak dibidang pembudidayaan berjenis ikan tawar yaitu lele.

2. Identitas Pemilik Usaha

Nama                            : Paijo Bin Slamet

Tempat, tanggal lahir    : Blitar, 1 Juni 1990

Jenis Kelamin                : Laki-Laki

Jabatan                              : Pemilik Usaha

3. Lokasi Usaha

Usaha pembudidayaan ikan lele ini akan dibuat pada lahan yang telah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Kolam pembudidayaan terletak di petak yang bertembok dinding
  2. Lokasi petak terletak dekat dengan sumber air dan jauh dari jalan raya
  3. Lokasi petak teduh, tidak terletak dibawah pohon yang daunnya mudah rontok
  4. Kondisi air petak tenang dan tidak tercemar dengan zat kimia

4. Prospek Usaha dan Pemasaran

Usaha pembudidayaan ikan lele ini memiliki prospek yang bagus karena permintaan pasar yang tinggi sehingga dapat dijadikan salah satu penggerak perekonomian masyarakat.

BAB III

ANALISIS USAHA

1. Menentukan Biaya Pembelian Benih Ikan Lele

Modal yang diperlukan untuk membeli bibit lele sebanyak Rp 200.000 dengan rincian:

Bibit berjumlah 1000 x 200 /perekor = Rp 200.000

2. Menentukan Jumlah Pakan Ikan Lele

Pelet 250 kg x Rp 9.000 = Rp 2.250.000

3. Menentukan Gaji Tenaga Kerja

Pemilik usaha dibantu istri bertindak sebagai tenaga kerja sehingga tidak ada biaya tenaga kerja

4. Menentukan Biaya Overhead

Biaya overhead merupakan dana yang dikeluarkan selama proses pembudidayaan, dengan rincian:

Vaksin Rp 40.000 + kerusakan kolam Rp 50.000 + biaya lain Rp 50.000 total Rp 140.000

5. Menentukan Jumlah Pendapatan dan Keuntungan

Rumus yang digunakan untuk menghitung pendapatan = 450 kg lele x Rp 10.000 = Rp 4.500.000

Cara menentukan keuntungan = jumlah pendapatan Rp 4.500.000 dikurangi total biaya Rp 1.910.000

6. Rencana Pemasaran

Sistem pemasaran yang dilakukan dengan mengirimkan hasil panen ke pengepul ikan lele.

BAB IV

PENUTUP

Proposal ini dapat dijadikan pertimbangan sebagai upaya pengembangan usaha pembudidayaan ikan terutama bagi pengusaha kecil, agar mendapat perhatian lebih.

Contoh Proposal Usaha Pembuatan Tusuk Sate

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara agraris kaya akan sumber daya alam dan hasil bumi yang bermanfaat dalam kehidupan manusia. Kondisi ini dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai peluang untuk membuat kerajinan yang bertujuan sebagai penggerak ekonomi.

Salah satu kekayaan alam yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan adalah bambu. Karena bahan ini mudah ditemui dengan jumlah yang banyak, sehingga harganya relatif murah. Hal ini dimanfaatkan oleh para pengerajin.

Saat ini telah banyak industri kecil yang bergerak di bidang kerajinan yang memanfaatkan bambu sebagai bahan baku utama. Banyak jenis produk yang dihasilkan seperti meja kursi, peralatan dapur, sangkar burung dan tusuk sate.

Para pelaku industri kecil berlomba -lomba untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi mereka karena adanya persaingan ketat di pasar dengan harga yang murah. Pada prakteknya banyak kendala yang dialami oleh pelaku usaha dibidang kerajinan dari bambu ini.

Masalah yang umum dialami adalah persoalan modal yang terbatas dan kesulitan dalam hal pemasaran. Dana menjadi hal yang krusial bagi pelaku industri untuk dapat mengembangkan usahanya secara optimal.

2. Tujuan

Proposal ini dibuat dengan dua tujuan secara umum, yaitu:

Proposal ini dapat jadi bahan pertimbangan adanya bantuan dana sebagai modal untuk para pelaku usaha kecil menengah agar dapat mengembangkan usahanya secara maksimal.

.

BAB II

PROFIL USAHA

1. Jenis Usaha

Usaha bergerak dibidang pengerajinan berbahan baku bambu.

2. Identitas Pemilik Usaha

Nama                            : Setyamin,S.Ag

Tempat, tanggal lahir   : Blitar, 28 Maret 1994

Jenis Kelamin                : Perempuan

Alamat                          : Ds. Resapombo  RT.06 RW.05 Kec. Doko Kab, Blitar

Jabatan                             : Pemilik Usaha

3. Lokasi Usaha

Usaha ini terletak di tanah belakang rumah pemilik usaha, dengan menyediakan satu lahan yang luas dan ditata dengan rapi sebagai tempat produksi. Sehingga, memudahkan proses pengerjaan yang leluasa.

Lahan ini terbagi menjadi beberapa lokasi dengan fungsi masing-masing yaitu penyimpanan bahan baku, penimbangan, produksi dan tempat penyimpanan barang jadi.  

4. Prospek dan Pemasaran Usaha

Usaha ini cukup memiliki prospek yang baik dan menguntungkan mengingat tusuk sate berkaitan dengan dunia kuliner. Keberadaaan benda ini sangat dibutuhkan karena biasa digunakan diberbagai jenis jajanan. Sehingga, permintaan pasar terhadap produk ini cukup tinggi.

Sistem pemasaran dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu mengumpulkan ke pengepul besar dan menjalin kerjasama dengan beberapa rumah makan yang memerlukan tusuk sate setiap harinya.

BAB III

ANALISIS USAHA

1. Menghitung Biaya Modal

Modal yang dikeluarkan berupa pembelian bahan baku, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Harga bambu Rp 60.000 perbatang diperkirakan dapat menghasilkan 30kg tusuk sate.
  2. Perbulan membutuhkan kurang lebih 170 batang. Jadi total membutuhkan Rp 10.200.000
  3. Jadi biaya modal perkilo Rp  2.040
    1. Menghitung Biaya Tenaga Kerja

Usaha ini melibatkan 4 orang pekerja dengan asumsi hasil produksi 5.000 kg perbulan, dengan rincian upah Rp 1.200.000 perorang sehingga total Rp 4.800.000. biaya tenaga kerja perkilo Rp 960

2. Menghitung Biaya Produksi

Biaya produksi dihitung dengan rumus biaya modal ditambah biaya tenaga kerja dan biaya lain-lain dengan rincian sebagai berikut:

Bahan baku                               Rp 2.040

Tenaga Kerja                             Rp 960

Total biaya produksi perkilo Rp 3.100

3. Menghitung Harga Jual

Harga jual dipasaran Rp 12.000 perkilo

4. Memprediksi Laba Rugi

Keuntungan dihitung dengan rumus = harga jual Rp 12.000 dikurangi biaya produksi Rp 3.100 total Rp 8.900 laba yang diperoleh perkilonya.

BAB IV

PENUTUP

Berdasarkan uraian usaha tusuk sate diatas, Kami pengusaha kecil mengharapkan adanya bantuan modal sebagai bentuk kerjasama untuk pengembangan karena usaha ini memiliki prospek yang bagus kedepannya. Dengan mengetahui contoh proposal usaha tentu tidak akan kesilitan saat memulai bisnis yang menjanjikan. Buatlah proposal semenarik mungkin agar inverstor banyak yang melirik.

Baca Juga: Pengertian Proposal Penelitain, Komponen, Kegunaan dan Contoh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *